- Mata pelajaran
- Matematika
- Kelas / Fase
- V / C
- Bab
- 7 · Membandingkan Ciri-Ciri Bangun Datar
- Alokasi waktu
- 24 JP · 5 pertemuan, ditambah asesmen diagnostik dan sumatif
- Model
- e-IM3 (Identifikasi masalah, Membangun ide, Mengklarifikasi ide, Menilai kewajaran ide)
- Konteks
- Kesenian Reog Ponorogo, Jawa Timur
- Moda
- Luring, daring, atau blended learning
- Sumber utama
- Buku Siswa & Buku Panduan Guru Matematika Kelas V (Kemendikbudristek, 2022)
e-IM3 adalah model pembelajaran berbantuan elektronik untuk melatih kemampuan mengambil keputusan (decision making) saat menyelesaikan masalah. Setiap pertemuan kalian akan melewati empat fase:
Model ini dikembangkan dari langkah decision making Swartz & Perkins (1989) dan dapat dipakai untuk pembelajaran tatap muka maupun jarak jauh.
Di sanggar Reog, Jathil merangkai kerangka bendera panji berbentuk segitiga, Bujang Ganong menghias topengnya dengan potongan segitiga emas, dan perajin membuat rangka dadak merak dari bilah bambu yang bisa diubah sudutnya.
Agar hasilnya kokoh, serasi, dan seimbang, mereka perlu memahami ciri-ciri setiap bangun: sisi yang sejajar, sisi yang sama panjang, besar sudut, dan simetri.

- Tulis nama dan kelompokmu di atas. Lalu kerjakan Asesmen Diagnostik: isi angket Kesadaran Belajar, lalu cek bekal bangun datar dan sudut.
- Baca Capaian & Tujuan supaya tahu apa yang akan kamu kuasai.
- Pahami Alur e-IM3: empat fase yang akan kamu lalui di setiap pertemuan.
- Belajar di Materi sesuai pertemuan. Ikuti Fase 1 sampai Fase 4 secara berurutan dan isi setiap kotak jawaban.
- Kerjakan Asesmen Formatif di akhir setiap pertemuan.
- Berlatih sambil bermain di Game.
- Isi Refleksi, lalu kerjakan Asesmen Sumatif di akhir bab.
Pada gambar, garis kecil yang sama menandai sisi yang sama panjang, panah yang sama menandai sisi yang sejajar, dan busur yang sama menandai sudut yang sama besar.
- Nyalakan Mode Guru di kanan atas (sakelar ini hanya muncul untuk akun guru dan admin) untuk menampilkan kegiatan guru di setiap fase, prinsip reaksi, miskonsepsi, rubrik, dan tombol Isi kunci.
- Siapkan sedotan dan tali, potongan bangun datar dari karton, kertas lipat, penggaris, dan busur derajat.
- Buku ini bersepakat bahwa trapesium memiliki setidaknya sepasang sisi sejajar, sehingga jajargenjang termasuk trapesium. Sampaikan kesepakatan ini sejak awal.
- Gunakan hasil Asesmen Diagnostik untuk menyusun kelompok heterogen yang dipakai mulai Fase 2.
- Untuk kelas daring, minta siswa menekan Salin lembar kerja lalu menempelkannya di LMS atau grup kelas.
- Angka dalam cerita adalah data rekaan untuk latihan.
Capaian dan Tujuan Pembelajaran
Pada akhir Fase C, peserta didik dapat mengonstruksi dan mengurai bangun ruang (kubus, balok, dan gabungannya) dan mengenali visualisasi spasial (bagian depan, atas, dan samping). Mereka dapat membandingkan karakteristik antarbangun datar dan antarbangun ruang. Mereka dapat menentukan lokasi pada peta yang menggunakan sistem berpetak.
Sesuai rumusan CP yang dimuat di Buku Panduan Guru Matematika Kelas V (2022). Bab ini membahas bagian membandingkan karakteristik antarbangun datar.
Semua masalah, latihan, game, dan asesmen di bab ini memakai konteks Reog Ponorogo: kerangka bendera panji dari bilah bambu, hiasan segitiga topeng Bujang Ganong, papan hias gapura sanggar, rangka bambu papan nama dadak merak, kartu teka-teki Klono Sewandono, dan alas gong gamelan. Tokoh Warok, Klono Sewandono, Bujang Ganong, Jathil, Singo Barong, dan Pemusik Gamelan menemani kalian belajar.
| Kode | Setelah mempelajari bab ini, kalian dapat … | Pertemuan |
|---|
- Membangun ide: menyebutkan banyak cara memeriksa ciri, misalnya merangkai sedotan, melipat kertas, mengukur sisi dan sudut, atau membandingkan dengan bangun lain.
- Mengklarifikasi ide: menjelaskan mengapa sebuah bangun boleh atau tidak boleh disebut dengan nama bangun lain.
- Menilai kewajaran ide: memeriksa setiap ciri satu per satu sebelum menyimpulkan, dan tidak terbalik dalam menggolongkan bangun.
Profil Pelajar Pancasila yang dikembangkan
Alur Pembelajaran e-IM3
Setiap pertemuan mengikuti empat fase yang sama. Masalahnya berganti, langkah berpikirnya tetap.
Kegiatan guru dan siswa di setiap fase
Rencana pertemuan
Waktu mengikuti saran Buku Panduan Guru (A 10 JP yang dibagi menjadi dua pertemuan dan B 14 JP yang dibagi menjadi tiga pertemuan). Ketuk satu pertemuan untuk membuka materinya.
Game Ciri Bangun
Empat permainan bertema sanggar Reog untuk melatih syarat segitiga, jumlah sudut segitiga, ciri segi empat, dan soal cerita bangun datar. Skor terbaikmu tersimpan di perangkat ini.
Bilah Jathil
Syarat segitiga · bisakah tiga bilah dirangkai?
Sudut Ketiga Bujang Ganong
Jumlah sudut 180° · jawab sebanyak-banyaknya dalam 60 detik
Tebak Bangun Klono Sewandono
Ciri bangun · makin sedikit petunjuk yang dibuka, makin banyak poinmu
Petualangan Sanggar Reog
Semua materi · sepuluh soal cerita acak, berbeda setiap ronde
Asesmen Diagnostik
Kerjakan sebelum Pertemuan 1, dimulai dari angket kesadaran belajar, lalu kesiapan belajar, lalu soal bekal bangun datar dari kelas IV serta sudut dari Bab 6. Tidak apa-apa jika ada yang salah: hasilnya membantu guru menyiapkan pembelajaran.
Petunjuk pengisian
- Baca setiap pernyataan dengan teliti.
- Pilih satu jawaban yang paling sesuai dengan dirimu: Selalu, Sering, Kadang-kadang, atau Tidak pernah.
- Tidak ada jawaban benar atau salah. Jawablah dengan jujur; jawabanmu tidak memengaruhi nilai.
- Setelah semua pernyataan terisi, tekan Lihat hasil.
Asesmen Formatif
Kerjakan setelah menyelesaikan Fase 4 di setiap pertemuan. Soal diambil dari Ayo Berlatih di Buku Siswa.
Refleksi Diri
Isi dengan jujur sesuai pemahamanmu. Jawabanmu tersimpan di perangkat ini.
Asesmen Sumatif
Kerjakan setelah semua pertemuan selesai. Bagian A diperiksa otomatis. Bagian B adalah soal pengambilan keputusan yang dinilai guru dengan rubrik e-IM3.
Benar atau salahkah pernyataan-pernyataan berikut?
| No. | Pernyataan | Jawaban |
|---|---|---|
| 1 | Jathil dapat membuat kerangka segitiga dari bilah bambu sepanjang 5 dm, 7 dm, dan 1 dm. | |
| 2 | Semua sudut pada segitiga siku-siku adalah sudut siku-siku. | |
| 3 | Jika tiga sudut dalam segitiga dijumlahkan, hasilnya 180°. | |
| 4 | Segitiga sama sisi juga dapat digolongkan sebagai segitiga sama kaki. | |
| 5 | Jajargenjang merupakan trapesium sama kaki. | |
| 6 | Persegi panjang adalah jajargenjang yang salah satu sudutnya siku-siku. | |
| 7 | Belah ketupat dapat digolongkan sebagai jajargenjang dan juga layang-layang. | |
| 8 | Persegi tidak dapat disebut persegi panjang. | |
| 9 | Persegi bukan belah ketupat. | |
| 10 | Salah satu diagonal pada layang-layang merupakan sumbu simetri. |
- Dua sudut hiasan segitiga pada topeng Bujang Ganong besarnya 65° dan 45°. Besar sudut ketiganya = °
- Bendera panji memiliki sudut 30°, 60°, dan 90°. Menurut sudutnya, bendera itu berbentuk
- 1. Salah: 5 + 1 = 6 kurang dari 7. 2. Salah: hanya satu sudutnya yang siku-siku. 3. Benar.
- 4. Benar: segitiga sama sisi memiliki semua ciri segitiga sama kaki. 5. Salah: jajargenjang tidak memiliki simetri lipat.
- 6. Benar. 7. Benar: belah ketupat memiliki semua ciri jajargenjang dan layang-layang. 8. Salah: persegi memiliki semua ciri persegi panjang. 9. Salah: persegi adalah belah ketupat yang sudutnya siku-siku. 10. Benar.
- 11. 180° − 65° − 45° = 70°. 12. Ada sudut 90°, jadi segitiga siku-siku.
Pemusik Gamelan membuat alas gong berbentuk persegi dengan sisi 60 cm. Empat tokoh Reog berdebat tentang nama bangun alas itu:
- Jathil: "Alas ini persegi panjang."
- Bujang Ganong: "Alas ini belah ketupat."
- Warok: "Alas ini bukan jajargenjang, karena semua sudutnya siku-siku."
- Klono Sewandono: "Alas ini layang-layang."
Pendapat siapa saja yang benar? Jelaskan alasanmu.
Bintang Pengambil Keputusan
- Membangun ide: bintang 4 jika kamu menulis minimal 3 ide, termasuk ide baru yang belum pernah diajarkan.
- Mengklarifikasi ide: bintang 4 jika kamu menjelaskan setiap ide beserta alasannya.
- Menilai kewajaran ide: bintang 4 jika kamu memilih satu ide dengan alasan logis dan prediksi, lalu menyelesaikannya dengan benar.
Referensi dan Sumber Belajar
Referensi
- Fitrianawati, M., Surtiani, I., & Istiandaru, A. (2022). Matematika untuk SD/MI Kelas V (Buku Siswa). Jakarta: Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. ISBN 978-602-427-916-5.
- Fitrianawati, M., Surtiani, I., & Istiandaru, A. (2022). Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. ISBN 978-602-427-899-1.
- Murtafiah, W., Lukitasari, M., & Lestari, N. D. S. Model Pembelajaran e-IM3 untuk Meningkatkan Kemampuan Decision Making. Universitas PGRI Madiun dan Universitas Jember.
- Schraw, G., & Dennison, R. S. (1994). Assessing metacognitive awareness. Contemporary Educational Psychology, 19(4), 460–475.
- Swartz, R. J., & Perkins, D. N. (1989). Teaching Thinking: Issues and Approaches. Pacific Grove, CA: Midwest Publications.
- Joyce, B., Weil, M., & Calhoun, E. (2011). Models of Teaching. Boston: Pearson.
Sumber belajar di halaman ini
- Rangkai Bilah Bambu: syarat tiga sisi membentuk segitiga
- Menyusun Sudut Segitiga dan Lab Ciri Bangun untuk segitiga
- Lab Ciri Bangun untuk trapesium dan jajargenjang
- Rangka Engsel: jajargenjang, persegi panjang, belah ketupat, dan persegi
- Pohon Keluarga Segi Empat
- Empat game untuk latihan mandiri
Sumber belajar lain
- Buku Siswa dan Buku Guru versi digital di Sistem Informasi Perbukuan Indonesia: buku.kemdikbud.go.id
- Mengenal Reog Ponorogo: situs resmi Pemerintah Kabupaten Ponorogo, ponorogo.go.id.
- Media konkret: sedotan dan tali, potongan bangun datar dari karton, kertas lipat, penggaris, dan busur derajat.
- Pengamatan langsung: mencari segitiga dan segi empat pada bangunan, hiasan, dan benda di sekitar rumah.

