- Mata pelajaran
- Matematika
- Kelas / Fase
- V / C
- Bab
- 8 · Data
- Alokasi waktu
- 28 JP · 5 pertemuan, ditambah asesmen diagnostik dan sumatif
- Model
- e-IM3 (Identifikasi masalah, Membangun ide, Mengklarifikasi ide, Menilai kewajaran ide)
- Konteks
- Kesenian Reog Ponorogo, Jawa Timur
- Moda
- Luring, daring, atau blended learning
- Sumber utama
- Buku Siswa & Buku Panduan Guru Matematika Kelas V (Kemendikbudristek, 2022)
e-IM3 adalah model pembelajaran berbantuan elektronik untuk melatih kemampuan mengambil keputusan (decision making) saat menyelesaikan masalah. Setiap pertemuan kalian akan melewati empat fase:
Model ini dikembangkan dari langkah decision making Swartz & Perkins (1989) dan dapat dipakai untuk pembelajaran tatap muka maupun jarak jauh.
Sanggar Reog ternyata penuh data! Jathil menanyakan tokoh favorit teman-temannya, Bujang Ganong mencatat ukuran kaus seragam, Warok mengelola stan dawet jabung, Singo Barong menghitung tiket pentas, dan Klono Sewandono memantau banyaknya penari putra dan putri.
Pemusik Gamelan, bendahara sanggar, selalu berpesan: catat data dengan teliti, sajikan dengan jelas, lalu baca dengan cermat sebelum mengambil keputusan.

- Tulis nama dan kelompokmu di atas. Lalu kerjakan Asesmen Diagnostik: isi angket Kesadaran Belajar, lalu cek bekal membaca tabel dan berhitung.
- Baca Capaian & Tujuan supaya tahu apa yang akan kamu kuasai.
- Pahami Alur e-IM3: empat fase yang akan kamu lalui di setiap pertemuan.
- Belajar di Materi sesuai pertemuan. Ikuti Fase 1 sampai Fase 4 secara berurutan dan isi setiap kotak jawaban.
- Kerjakan Asesmen Formatif di akhir setiap pertemuan.
- Berlatih sambil bermain di Game.
- Isi Refleksi, lalu kerjakan Asesmen Sumatif di akhir bab.
Pada piktogram, selalu baca keterangan nilai satu gambar. Pada diagram batang, perhatikan skalanya sebelum membaca panjang batang.
- Nyalakan Mode Guru di kanan atas (sakelar ini hanya muncul untuk akun guru dan admin) untuk menampilkan kegiatan guru di setiap fase, prinsip reaksi, miskonsepsi, rubrik, dan tombol Isi kunci.
- Siapkan kertas berpetak, penggaris, pensil warna, dan lembar angket sederhana untuk survei kelas.
- Pada Pertemuan 2, ajak siswa mengumpulkan data nyata dari teman sekelas dengan alat Survei Kelasku, lalu pakai datanya lagi untuk membuat piktogram dan diagram batang.
- Gunakan hasil Asesmen Diagnostik untuk menyusun kelompok heterogen yang dipakai mulai Fase 2.
- Untuk kelas daring, minta siswa menekan Salin lembar kerja lalu menempelkannya di LMS atau grup kelas.
- Angka dalam cerita adalah data rekaan untuk latihan.
Capaian dan Tujuan Pembelajaran
Pada akhir Fase C, peserta didik dapat mengurutkan, membandingkan, menyajikan, dan menganalisis data banyak benda dan data hasil pengukuran dalam bentuk gambar, piktogram, diagram batang, dan tabel frekuensi untuk mendapatkan informasi. Mereka dapat menentukan kejadian dengan kemungkinan yang lebih besar dalam suatu percobaan acak.
Sesuai rumusan CP yang dimuat di Buku Panduan Guru Matematika Kelas V (2022). Bab ini membahas bagian mengumpulkan data, menyajikannya dalam tabel frekuensi, piktogram, dan diagram batang, serta membaca dan menganalisisnya.
Semua masalah, latihan, game, dan asesmen di bab ini memakai konteks Reog Ponorogo: survei tokoh Reog favorit, pesanan kaus seragam sanggar, penjualan dawet jabung di stan festival, bulu merak untuk dadak merak, tiket pentas malam Minggu, kostum di gudang sanggar, serta penari putra dan putri. Tokoh Warok, Klono Sewandono, Bujang Ganong, Jathil, Singo Barong, dan Pemusik Gamelan menemani kalian belajar.
| Kode | Setelah mempelajari bab ini, kalian dapat … | Pertemuan |
|---|
- Membangun ide: menyebutkan banyak cara mengumpulkan, menghitung, dan menyajikan data, misalnya mencentang, membuat turus, piktogram, atau diagram batang.
- Mengklarifikasi ide: menjelaskan mengapa sebuah sajian data, nilai satu gambar, atau skala dipilih.
- Menilai kewajaran ide: memeriksa kembali jumlah data, keterangan, dan skala sebelum menyimpulkan atau mengambil keputusan.
Profil Pelajar Pancasila yang dikembangkan
Alur Pembelajaran e-IM3
Setiap pertemuan mengikuti empat fase yang sama. Masalahnya berganti, langkah berpikirnya tetap.
Kegiatan guru dan siswa di setiap fase
Rencana pertemuan
Waktu mengikuti saran Buku Panduan Guru (A 8 JP yang dibagi menjadi dua pertemuan, B 8 JP dalam satu pertemuan panjang, dan C 12 JP yang dibagi menjadi dua pertemuan). Ketuk satu pertemuan untuk membuka materinya.
Game Data
Empat permainan bertema sanggar Reog untuk melatih membaca turus, piktogram, diagram batang, dan soal cerita data. Skor terbaikmu tersimpan di perangkat ini.
Turus Kilat Jathil
Turus · berapa nilai turus ini?
Piktogram Kilat Bujang Ganong
Piktogram · jawab sebanyak-banyaknya dalam 60 detik
Batang Singo Barong
Diagram batang · baca atau gambar batang dengan memperhatikan skala
Petualangan Sanggar Reog
Semua materi · sepuluh soal cerita acak, berbeda setiap ronde
Asesmen Diagnostik
Kerjakan sebelum Pertemuan 1, dimulai dari angket kesadaran belajar, lalu kesiapan belajar, lalu soal bekal membaca tabel, membilang loncat, dan operasi hitung. Tidak apa-apa jika ada yang salah: hasilnya membantu guru menyiapkan pembelajaran.
Petunjuk pengisian
- Baca setiap pernyataan dengan teliti.
- Pilih satu jawaban yang paling sesuai dengan dirimu: Selalu, Sering, Kadang-kadang, atau Tidak pernah.
- Tidak ada jawaban benar atau salah. Jawablah dengan jujur; jawabanmu tidak memengaruhi nilai.
- Setelah semua pernyataan terisi, tekan Lihat hasil.
Asesmen Formatif
Kerjakan setelah menyelesaikan Fase 4 di setiap pertemuan. Soal diambil dari Ayo Berlatih di Buku Siswa.
Refleksi Diri
Isi dengan jujur sesuai pemahamanmu. Jawabanmu tersimpan di perangkat ini.
Asesmen Sumatif
Kerjakan setelah semua pertemuan selesai. Bagian A diperiksa otomatis. Bagian B adalah soal pengambilan keputusan yang dinilai guru dengan rubrik e-IM3.
Benar atau salahkah pernyataan-pernyataan berikut?
| No. | Pernyataan | Jawaban |
|---|---|---|
| 1 | Satu kelompok turus yang terdiri atas empat garis tegak dan satu garis miring bernilai 5. | |
| 2 | Pada piktogram, ukuran setiap gambar boleh berbeda-beda. | |
| 3 | Jika 1 gambar mewakili 10 penonton, setengah gambar mewakili 5 penonton. | |
| 4 | Pada diagram batang, jarak antargaris skala harus sama. | |
| 5 | Dua diagram batang yang skalanya berbeda dapat dibandingkan dari tinggi batangnya saja. | |
| 6 | Data yang sama dapat disajikan dengan diagram batang vertikal maupun horizontal. |
Banyak pengunjung Pameran Topeng Reog selama enam hari dicatat dalam tabel berikut. Data ini akan disajikan dalam piktogram dengan 1 gambar mewakili 4 pengunjung.
| Hari | Senin | Selasa | Rabu | Kamis | Jumat | Sabtu |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Pengunjung | 42 | 60 | 50 | 36 | 24 | 48 |
- Banyak gambar untuk hari Selasa =
- Hari Senin digambar dengan 10 gambar dan
- Penurunan pengunjung dari hari Kamis ke hari Jumat = orang
- Jumlah pengunjung selama enam hari = orang
Bujang Ganong menyajikan penjualan topengnya selama lima bulan dalam diagram batang berikut.
- Banyak topeng terjual pada bulan April =
- Kenaikan penjualan paling besar terjadi dari bulan
- 1. Benar. 2. Salah: semua gambar harus sama ukurannya agar tidak menyesatkan. 3. Benar: setengah dari 10 adalah 5.
- 4. Benar. 5. Salah: bacalah nilainya atau samakan skalanya dulu. 6. Benar: arah batang tidak mengubah nilai data.
- 7. 60 : 4 = 15 gambar. 8. 42 : 4 = 10 sisa 2, jadi 10 gambar dan setengah gambar. 9. 36 − 24 = 12. 10. 42 + 60 + 50 + 36 + 24 + 48 = 260.
- 11. Batang April berhenti tepat pada garis 50. 12. Januari ke Februari naik 25 → 45 (20), Maret ke April naik 35 → 50 (15), April ke Mei turun. Kenaikan paling besar dari Januari ke Februari.
Menjelang Festival Reog, Warok ingin menambah satu hari latihan. Ia menanyakan hari luang setiap anggota, lalu menyajikannya dalam diagram batang ganda. Warok berpesan, "Latihan tambahan hanya dapat diadakan jika paling sedikit 15 anggota bisa hadir." Tiga tokoh mengusulkan hari yang berbeda:
- Jathil: "Rabu saja, karena batang putri paling tinggi."
- Bujang Ganong: "Sabtu, karena banyak anggota putra dan putri hampir sama."
- Klono Sewandono: "Jumat, karena jumlah anggota yang bisa hadir paling banyak."
Hari apa yang sebaiknya dipilih untuk latihan tambahan? Jelaskan alasanmu.
Bintang Pengambil Keputusan
- Membangun ide: bintang 4 jika kamu menulis minimal 3 ide, termasuk ide baru yang belum pernah diajarkan.
- Mengklarifikasi ide: bintang 4 jika kamu menjelaskan setiap ide beserta alasannya.
- Menilai kewajaran ide: bintang 4 jika kamu memilih satu ide dengan alasan logis dan prediksi, lalu menyelesaikannya dengan benar.
Referensi dan Sumber Belajar
Referensi
- Fitrianawati, M., Surtiani, I., & Istiandaru, A. (2022). Matematika untuk SD/MI Kelas V (Buku Siswa). Jakarta: Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. ISBN 978-602-427-916-5.
- Fitrianawati, M., Surtiani, I., & Istiandaru, A. (2022). Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. ISBN 978-602-427-899-1.
- Murtafiah, W., Lukitasari, M., & Lestari, N. D. S. Model Pembelajaran e-IM3 untuk Meningkatkan Kemampuan Decision Making. Universitas PGRI Madiun dan Universitas Jember.
- Schraw, G., & Dennison, R. S. (1994). Assessing metacognitive awareness. Contemporary Educational Psychology, 19(4), 460–475.
- Swartz, R. J., & Perkins, D. N. (1989). Teaching Thinking: Issues and Approaches. Pacific Grove, CA: Midwest Publications.
- Joyce, B., Weil, M., & Calhoun, E. (2011). Models of Teaching. Boston: Pearson.
Sumber belajar di halaman ini
- Penghitung Turus: menghitung data tanpa terlewat atau terhitung dua kali
- Survei Kelasku: mengumpulkan data sendiri dan menyusun tabel frekuensi
- Pembuat Piktogram: memilih nilai satu gambar yang tepat
- Pembuat Diagram Batang: vertikal, horizontal, dan pilihan skala
- Samakan Skala: membandingkan dua diagram dengan adil
- Empat game untuk latihan mandiri
Sumber belajar lain
- Buku Siswa dan Buku Guru versi digital di Sistem Informasi Perbukuan Indonesia: buku.kemdikbud.go.id
- Mengenal Reog Ponorogo: situs resmi Pemerintah Kabupaten Ponorogo, ponorogo.go.id.
- Media konkret: kertas berpetak, penggaris, pensil warna, kartu angket, dan potongan gambar untuk piktogram.
- Pengamatan langsung: mengumpulkan data di kelas atau di rumah, misalnya warna kesukaan, ukuran sepatu, atau cara berangkat ke sekolah.

